Tidak ada orang yang mau disalahkan. Pagi-pagi di kantor sudah ribut masalah kesalahan spek yang menyebabkan railbus gagal test run. Ternyata tidak ada yang salah dengan spek, yang salah adalah propulsi yang datang berbeda dengan yang ada di spek. Siapa yang salah?? Semuanya tidak ada yang mau bertanggung jawab, mengacungkan tangan, "ini kesalahan saya". Jelas-jelas ini kesalahan manusia, siapa manusianya, itulah kambing hitam yang dicari semua orang. Mengakui kesalahan adalah hal yang paling berat dilakukan. Umumnya orang mencari alasan untuk membela diri. Dengan berbagai cara orang akan berusaha untuk tidak dianggap bodoh dan tolol. Ini terutama banyak dilakukan oleh para 'pejabat' atau yang merasa dirinya orang penting, orang pintar dll. Dan sebenarnya menutupi kesalahan akan membuat masalah kita semakin bertambah, minimal beban pikiran kita bertambah, lebih parah lagi akan menimbulkan masalah baru.
Belajar mengakui kesalahan mungkin akan membuat kita lebih nyaman, walau awalnya pahit, sakit dll. Kesalahan, kekhilafan yang kita lakukan adalah manusiawi, terlepas itu disengaja atau tidak. Apa yang membuat orang tidak mau disalahkan?, adalah kesombongan. Orang bijak mengatakan "Belajarlah dari kesalahan", maksudnya agar kita waspada dan siap tidak melakukan kesalahan yang sama, kita menjadi lebih baik.
Mengakui kesalahan dengan disertai ketulusan hati, walaupun bukan 100% kesalahan kita, akan menjadi solusi masalah kita, dan akan membuat kita lebih nyaman. Itu saya alami berulang-ulang. Allah dan Rasulnya mengajarkan kita untuk bertaubat setiap saat, minimal 5x sehari dalam shalat kita, agar hidup kita nyaman, dan bertaubat itu akan mendatangkan Rizki. Ini adalah salah satu resep agar kita kaya (dalam arti yang sebenarnya)
Rabu, 11 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar